Cara membuat tanda tangan elektronik (TTE) tersertifikasi lewat PSrE: syarat, 5 langkah, cara tanda tangan di dokumen, dan bedanya dengan TTE biasa.
Aditya Permana
Cara membuat tanda tangan elektronik (TTE) tersertifikasi adalah lewat Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE) yang terdaftar di Komdigi. Alurnya: pilih PSrE, isi data, verifikasi identitas, tunggu sertifikat terbit, lalu aktivasi. Setelah itu, setiap dokumen yang Anda tandatangani terkunci dan perubahan sekecil apa pun bisa terdeteksi.
Banyak orang mengira membuat tanda tangan elektronik cukup dengan memfoto tanda tangan basah lalu menempelkannya ke PDF. Cara itu memang praktis, tetapi nilai pembuktiannya lemah: siapa pun bisa menyalin gambar tersebut, dan tidak ada jejak yang menunjukkan dokumen sudah diubah atau belum.
TTE tersertifikasi menutup celah itu. Panduan ini menjelaskan cara membuat tanda tangan elektronik dari yang paling sederhana sampai yang tersertifikasi: syarat, lima langkah pembuatan, cara menandatangani dokumen, dan cara memastikan hasilnya valid. Jika Anda mengurus TTE untuk perusahaan atau rumah sakit, bagian terakhir membahas hal yang perlu dicek sebelum memilih penyedia.
TTE tersertifikasi mengikat identitas penanda tangan, sertifikat PSrE, dan waktu penandatanganan ke dalam satu dokumen.
Tanda tangan elektronik terbagi dua jenis. Tidak tersertifikasi dibuat tanpa jasa penyelenggara sertifikasi: gambar tanda tangan, tanda tangan scan, atau yang dibuat lewat aplikasi gratis. Tersertifikasi dibuat memakai sertifikat elektronik yang diterbitkan PSrE, yaitu badan hukum yang berfungsi sebagai pihak tepercaya penerbit dan pengaudit sertifikat elektronik.
Perbedaan praktisnya ada di pembuktian. Tanda tangan tidak tersertifikasi tetap punya kekuatan hukum, tetapi Anda yang harus membuktikan bahwa itu benar milik Anda. Pada TTE tersertifikasi, pembuktian itu sudah dibangun ke dalam sertifikat.
Dua jenis TTE dibandingkan dari sisi sertifikat, identitas, dan integritas dokumen.
Kalau kebutuhan Anda hanya dokumen internal berisiko rendah, ada tiga cara cepat yang tidak memerlukan PSrE:
Cara ini cepat, tetapi tidak mengunci dokumen dan tidak mengikat identitas Anda ke tanda tangan tersebut.
Untuk persetujuan internal atau draf, tanda tangan biasa umumnya memadai. Untuk kontrak, dokumen klaim, atau dokumen yang berpotensi disengketakan, gunakan TTE tersertifikasi. Sebagian proses, seperti klaim JKN di rumah sakit, bahkan mengarah ke kewajiban TTE tersertifikasi.
Di Indonesia, TTE diatur dalam UU ITE. Penyelenggaraan TTE tersertifikasi harus lewat PSrE yang diakui, berbeda dari tanda tangan yang bisa langsung ditempel ke dokumen tanpa proses sertifikasi apa pun. Bagi perusahaan, dampaknya terasa pada dokumen bernilai tinggi seperti kontrak, perjanjian kerja sama, dan dokumen klaim, karena sengketa akan bertumpu pada kekuatan pembuktiannya.
Hukumonline mencatat UU No. 1 Tahun 2024 mengatur bahwa TTE tersertifikasi dibuat melalui PSrE yang diakui. Baca penjelasannya di Hukumonline.
Untuk pembahasan hukum yang lebih lengkap, lihat panduan utama kami tentang tanda tangan elektronik.
Setiap PSrE punya ketentuan sendiri, tetapi kebutuhan dasarnya hampir selalu sama. Siapkan hal berikut agar proses tidak berhenti di tengah jalan.
Empat kebutuhan dasar pendaftaran TTE perorangan.
Untuk TTE atas nama karyawan, pimpinan, atau badan usaha, PSrE biasanya meminta dokumen tambahan seperti bukti hubungan dengan organisasi. Daftar pastinya mengikuti ketentuan masing-masing penyedia.
Alur pembuatan TTE tersertifikasi, dari memilih penyedia sampai siap menandatangani.
Pastikan penyedia terdaftar sebagai PSrE di Komdigi. Untuk kebutuhan bisnis, lihat juga ketersediaan API dan dukungan integrasi, karena itu menentukan apakah TTE bisa dipakai langsung di sistem Anda. Perbandingannya ada di daftar penyedia TTE tersertifikasi.
Masukkan nama, NIK, email, dan nomor HP sesuai identitas. Data yang tidak cocok dengan e-KTP adalah penyebab paling umum pendaftaran ditolak.
PSrE akan memverifikasi bahwa Anda benar pemilik identitas tersebut, umumnya lewat foto e-KTP, selfie, dan pencocokan data kependudukan. Prosesnya bisa berbeda antarpenyedia.
Setelah verifikasi lolos, PSrE menerbitkan sertifikat elektronik atas nama Anda. Sertifikat ini yang memuat identitas dan membuat tanda tangan Anda dapat diverifikasi pihak lain.
Aktifkan akun lalu atur PIN, passphrase, atau OTP sesuai metode PSrE. Kredensial ini hanya boleh Anda yang memegang, karena pada TTE tersertifikasi data pembuatan tanda tangan harus berada dalam kuasa penanda tangan.
Alurnya sederhana: unggah dokumen ke aplikasi penyedia atau sistem Anda, tentukan posisi tanda tangan, lalu konfirmasi dengan PIN atau OTP. Di balik layar, dokumen diberi sidik digital (hash), disegel dengan kunci privat Anda, dan dilampiri sertifikat serta cap waktu.
Lapisan yang ikut tertanam saat dokumen ditandatangani dengan TTE tersertifikasi.
Karena hash dihitung dari isi dokumen, perubahan sekecil apa pun setelah penandatanganan akan membuat verifikasi gagal.
Buka dokumen di pembaca PDF atau portal verifikasi penyedia, lalu periksa panel tanda tangan. Ada dua hal yang dicek: apakah sertifikat berasal dari PSrE yang diakui, dan apakah dokumen tidak berubah sejak ditandatangani.
Dua pertanyaan untuk menilai keabsahan TTE pada sebuah dokumen.
Jika kedua pemeriksaan lolos, tanda tangan dapat dipertanggungjawabkan. Panduan khusus akan kami bahas di artikel tentang cara cek keaslian TTE.
Sebuah tim legal menandatangani kontrak vendor dengan gambar tanda tangan yang ditempel ke PDF. Saat ada perselisihan isi pasal, pihak lain menyatakan dokumen sudah diubah, dan tim tidak punya jejak teknis untuk membantahnya. Dengan TTE tersertifikasi, perubahan setelah penandatanganan akan terdeteksi dan waktu penandatanganan tercatat.
Untuk organisasi, pertanyaannya bukan hanya "bagaimana membuat satu TTE", tetapi bagaimana ratusan penandatangan bekerja dalam satu alur. Lima hal ini layak dibandingkan sebelum memilih penyedia.
Lima kriteria yang perlu dibandingkan saat memilih penyedia TTE untuk kebutuhan organisasi.
Sektor kesehatan punya kebutuhan khusus, misalnya pada kesiapan rumah sakit menghadapi kewajiban TTE tersertifikasi untuk klaim JKN.
Membuat TTE tersertifikasi pada dasarnya lima langkah: pilih PSrE terdaftar, isi data, verifikasi identitas, tunggu sertifikat terbit, lalu aktivasi. Hasilnya adalah tanda tangan yang identitasnya terverifikasi dan dokumennya terlindungi dari perubahan diam-diam. Untuk organisasi, nilai tambah terbesar ada pada integrasi dan audit trail.
Tim UTI bersama Tilaka, PSrE mitra kami, membantu dari pemilihan solusi sampai integrasi ke sistem yang sudah Anda pakai.
Tergantung PSrE dan kelengkapan data. Jika verifikasi identitas berjalan lancar, prosesnya bisa selesai dalam waktu singkat. Konfirmasikan estimasi waktu ke penyedia yang Anda pilih.
Skema biayanya berbeda-beda: ada yang berbasis langganan, ada yang per sertifikat atau per tanda tangan. Cek langsung ke PSrE untuk biaya terkini.
Tanda tangan tidak tersertifikasi tetap dapat memiliki kekuatan hukum, tetapi pembuktiannya lebih lemah karena tidak ada sertifikat dari PSrE yang mengikat identitas dan dokumen.
Tidak. TTE tersertifikasi melekat pada satu penanda tangan, dan kredensialnya harus berada dalam kuasa pemiliknya saja.
Anda bisa menggambar tanda tangan di HP atau menyisipkannya lewat Word atau editor PDF. Hasilnya termasuk tanda tangan tidak tersertifikasi, jadi cocok untuk dokumen berisiko rendah. Untuk kontrak atau dokumen penting, gunakan TTE tersertifikasi dari PSrE.

Aditya adalah Digital Marketing di PT United Teknologi Integrasi (UTI) dengan pengalaman lebih dari 2 tahun di industri B2B teknologi. Fokus pada strategi konten, SEO, dan digital marketing, menulis seputar tren teknologi, bisnis, dan transformasi digital untuk membantu pembaca memahami topik yang relevan dengan kebutuhan perusahaan mereka.
Aditya Permana•22 Okt 2026
Achmad Faris•20 Okt 2026Bergabunglah dengan ratusan klien enterprise yang telah mempercepat pertumbuhan bisnis mereka melalui infrastruktur TI yang tangguh dan solusi otomatisasi cerdas dari UTI.
Achmad Faris•15 Okt 2026