Technology10 Juli 20269 views

Nanonets: Ekstrak Data Dokumen dalam Hitungan Detik

Kenali cara kerja Nanonets dalam mengekstrak data dari invoice, faktur pajak, KTP, dan berbagai dokumen lainnya secara otomatis tanpa perlu template

Nanonets: Ekstrak Data Dokumen dalam Hitungan Detik

Nanonets: Solusi AI untuk Ekstraksi Data Dokumen Otomatis

Nanonets adalah platform Intelligent Document Processing (IDP) berbasis AI yang memungkinkan perusahaan mengekstrak data dari berbagai jenis dokumen seperti invoice, KTP, form, kwitansi, hingga dokumen dengan format tidak seragam secara otomatis dan akurat, tanpa perlu input data manual satu per satu.

Di Indonesia, Nanonets dihadirkan oleh PT United Teknologi Integrasi (UTI) selaku principal partner, untuk membantu perusahaan mengotomasi proses pengelolaan dokumen yang selama ini masih dikerjakan manual oleh tim operasional maupun finance.

Apa itu Nanonets?

Nanonets adalah software berbasis Optical Character Recognition (OCR) dan Machine Learning yang mampu "membaca" dan memahami isi dokumen layaknya manusia, lalu mengubahnya menjadi data terstruktur yang siap dipakai di sistem lain. Berbeda dari OCR konvensional yang hanya membaca teks secara literal, Nanonets menggunakan AI untuk memahami konteks dokumen, sehingga tetap akurat meski format dokumen dari tiap vendor atau sumber berbeda-beda.

Apa Fungsi Utama Nanonets?

1. Ekstraksi Data Tanpa Perlu Template atau Rules Setup

Berbeda dari OCR tradisional yang membutuhkan rules atau template khusus untuk tiap jenis dokumen, Nanonets dapat mengekstrak data dari dokumen tidak terstruktur (unstructured) seperti invoice dan kwitansi tanpa perlu pengaturan template terlebih dahulu. Output yang dihasilkan berupa data key-value pair yang sudah terstruktur, bukan sekadar teks mentah yang masih perlu diolah manual.

2. Table Extraction dengan Struktur Baris dan Kolom

Nanonets mampu mendeteksi dan mengekstrak tabel dalam dokumen termasuk tabel kompleks dengan banyak baris dan kolom lengkap dengan klasifikasi header dan baris. Ini sangat berguna untuk dokumen seperti invoice dengan banyak line item, yang jika diproses manual biasanya paling memakan waktu.

3. Dua Pilihan Model: AI Model dan GenAI Model

Nanonets menyediakan dua pendekatan sesuai kebutuhan:

  • AI Model : membutuhkan sekitar 5-10 dokumen training per jenis dokumen, dengan waktu training 15 menit hingga beberapa jam, namun hasilnya bisa disesuaikan dengan sangat spesifik terhadap format dokumen perusahaan
  • GenAI Model : bisa langsung ekstraksi data tanpa perlu dokumen training sama sekali, cocok untuk perusahaan yang ingin langsung mulai tanpa proses setup

4. Model Pre-built untuk Berbagai Jenis Dokumen

Nanonets sudah menyediakan model siap pakai untuk berbagai kategori dokumen yang umum digunakan perusahaan di Indonesia, di antaranya:

  • Dokumen Finance : Invoice, Faktur Pajak, Purchase Order, Delivery Order, BAST, BAPP, Kwitansi, Receipt
  • Dokumen Legal & Perizinan : SIUP, NIB, TDP, Akta Perusahaan, PKS
  • Onboarding/KYC : KTP, NPWP, Kartu Keluarga, SIM, Passport, Bank Statement, SLIK
  • Sertifikat & Kepemilikan : BPKB, STNK, Sertifikat Tanah, Akta Kelahiran, Akta Pernikahan
  • Rekrutmen : CV, Ijazah, Transkrip Nilai
  • Dokumen Custom : sesuai kebutuhan spesifik perusahaan

5. Fleksibilitas Delivery: Cloud, Hybrid, atau On-Premises

Nanonets dapat diimplementasikan sesuai kebutuhan infrastruktur perusahaan:

  • Cloud API : model di-hosting di server Nanonets, akses lewat API
  • Hybrid : proses machine learning di cloud, namun ekstraksi data tetap berjalan di server perusahaan
  • On-Premises : model di-hosting penuh di server perusahaan sendiri

6. JSON API untuk Integrasi Mudah

Data yang sudah diekstrak tersedia dalam format JSON terstruktur (termasuk koordinat posisi data di dokumen), sehingga mudah diintegrasikan ke sistem ERP, akuntansi, atau database lain yang digunakan perusahaan.

Kenapa Perusahaan Membutuhkan Nanonets?

Beberapa tanda perusahaan membutuhkan solusi seperti Nanonets:

  1. Tim masih menginput data dari dokumen fisik atau hasil scan secara manual
  2. Dokumen yang diterima memiliki format berbeda-beda dari tiap vendor atau klien
  3. Proses input data memakan waktu lama dan rawan human error
  4. Sulit melacak dan mengorganisir dokumen yang masuk dalam volume besar
  5. Data dari dokumen perlu dipindahkan ke banyak sistem berbeda secara berulang

Siapa yang Cocok Menggunakan Nanonets?

Nanonets cocok digunakan oleh perusahaan di berbagai industri yang memproses dokumen dalam volume tinggi, termasuk sektor keuangan, logistik, retail, manufaktur, hingga kesehatan — khususnya tim yang menangani invoice, dokumen pengiriman, klaim, atau data pelanggan dalam jumlah besar setiap harinya.

Bagaimana Cara Kerja Nanonets?

Secara garis besar, alur kerja Nanonets berjalan dalam beberapa tahap:

  1. Upload/Capture : dokumen masuk melalui email, scan, atau upload langsung ke sistem
  2. Recognize : AI membaca dan mengenali jenis serta struktur dokumen
  3. Extract : data penting diekstrak dan disusun secara terstruktur
  4. Validate : sistem menandai data yang perlu ditinjau manual jika ada ketidaksesuaian
  5. Export : data terstruktur dikirim otomatis ke sistem tujuan (ERP, akuntansi, database, dll)

Nanonets vs Input Data Manual

Perusahaan yang masih mengandalkan input data manual dari dokumen biasanya membutuhkan waktu lama untuk memproses dokumen dalam jumlah besar, dengan risiko human error yang tinggi terutama saat volume dokumen meningkat. Dengan Nanonets, proses ekstraksi data berjalan otomatis dan konsisten, sehingga waktu pemrosesan dapat dipangkas signifikan tanpa mengorbankan akurasi.

Nanonets dan RPA: Kombinasi untuk Otomasi Proses End-to-End

Ekstraksi data yang dilakukan Nanonets sering menjadi langkah awal sebelum data tersebut diproses lebih lanjut oleh sistem otomasi seperti RPA (Robotic Process Automation). Setelah data dari dokumen berhasil diekstrak secara terstruktur, RPA dapat melanjutkan proses seperti pencocokan data, validasi, hingga approval — sehingga keseluruhan alur kerja, mulai dari dokumen masuk hingga proses selesai, dapat berjalan otomatis tanpa input manual.

Kombinasi ini banyak diterapkan pada proses Accounts Payable, misalnya data invoice yang diekstrak oleh Nanonets kemudian dicocokkan secara otomatis dengan Purchase Order dan Receiving Report menggunakan Cyclone RPA.

Untuk memahami lebih lanjut, Anda dapat membaca:

Pertanyaan Umum Seputar Nanonets

Apakah Nanonets hanya bisa membaca invoice? Tidak. Nanonets dapat dikonfigurasi untuk membaca berbagai jenis dokumen, mulai dari invoice, kwitansi, KTP, kontrak, hingga dokumen custom sesuai kebutuhan bisnis perusahaan.

Apakah Nanonets memerlukan format dokumen yang seragam? Tidak. Salah satu keunggulan utama Nanonets adalah kemampuannya mengekstrak data dari dokumen tidak terstruktur tanpa perlu template atau rules setup terlebih dahulu, berkat teknologi AI yang digunakan : baik lewat AI Model yang dilatih dengan beberapa contoh dokumen, maupun GenAI Model yang bisa langsung ekstraksi tanpa training sama sekali.

Apakah Nanonets bisa dipasang di server perusahaan sendiri (on-premises)? Bisa. Nanonets menyediakan tiga pilihan delivery: Cloud API, Hybrid (proses AI di cloud namun ekstraksi tetap di server perusahaan), dan On-Premises penuh menggunakan Docker di server perusahaan.

Siapa yang menghadirkan Nanonets di Indonesia? Nanonets dihadirkan di Indonesia oleh PT United Teknologi Integrasi (UTI) selaku principal partner, yang membantu perusahaan mengimplementasikan solusi ini sesuai kebutuhan bisnis masing-masing.

Ingin tahu bagaimana Nanonets bisa membantu mengotomasi pengelolaan dokumen di perusahaan Anda? intelligent document processing Nanonets


Tags:#intelligent document processing#OCR#Nanonets#IDP

Siap Membangun Masa Depan Digital Perusahaan Anda?

Bergabunglah dengan ratusan klien enterprise yang telah mempercepat pertumbuhan bisnis mereka melalui infrastruktur TI yang tangguh dan solusi otomatisasi cerdas dari UTI.

Diskusikan Solusi Anda